Pages

Kamis, 09 Oktober 2014

Gunung Cikuray

MENUJU PUNCAK 2821 MDPL
Pendakian Gunung adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat untuk mendidik karakter seseorang supaya tidak mudah menyerah dan selalu matang dalam merencanakan sesuatu baik berupa kegiatan maupun waktu. Pada saat ini pendakian Gunung sudah menjadi hal yang umum bagi para pemuda baik yang hanya sekedar ingin melihat indahnya pemandangan alam dari puncak gunung, sekedar ingin bermain dengan teman-teman karena sudah bosan akan penatnya kehidupan kota maupun yang ingin berkegiatan untuk mengexplore apa yang ada di gunung tersebut atau bahkan melakukan penelitian.
            Hal diatas justru membuat Keindahan gunung menjadi berkurang karena banyak para pendaki yang hanya memikirkan kepuasan akan dirinya tanpa memikirkan lingkungan yang harus dirawat. Banyak dari para pendaki gunung yang tidak memperdulikan hasil sampah mereka ketika melakukan pendakian. Sampah mereka ditinggalkan begitu saja tanpa berfikir bahwa itu bisa membuat lingkungan tercemar baik dari keindahan maupun kesehatan. Hal ini tidak beda dengan apa yang terjadi di gunung Cikuray yang terkenal di Jawa Barat dengan Pesona Alam di Puncaknya.
Kami anggota muda Gandawesi KPALH yang bergerak pada bidang kepecinta alaman dan LIngkungan Hidup ingin mengajak para pendaki untuk selalu merawat lingkungan dengan cara peduli terhadapa kebersihan di sekitar jalur Gunung Cikuray.
Dimulai dari pembagian divisi kegiatan yang harus ada di Kegiatan THAB. Kami melakukan staffing dengan Hasil
Ketua              :  Jangki
Sekretaris      : Betary Andam
Bendahara      : Nuraidha
Operasional    : Ismail
Logistik Alat : Janaka
Perbekalan     : Dela Andela
Medis              :  Jangky
PDD                 : Erlangga
Setelah  kami lakukan pembagian panitia kamipun membuat proposal, Dana Usaha berupa Stiker, Jualan untuk mendapatkan dana dari berbagai anggota di Gandawesi baik dari AB maupun ALB.
Untuk bisa berangkat Menuju Puncak 2821mdpl tersebut kami harus menjalani beberapa kali proses, seperti presentasi, pengumpulan dana dan pemenuhan logistik serta menyusun acara secara detail.
 
Setelah melalui proses persiapan kamipun sampai pada hari pelaksanaan, Kamipun sampai pada Hari pemberangkatan. Sbelum berangkat kami melakukan upacara pemberangkatan Kami lakukan upacara ini dengan antusias dan hikmat karena ini adalah acara kami.


Setalah upacara kamipun bersiap untuk berangkat dengan menggunakan motor menuju ke Lokasi pendakian.

Kami berangkat pada jam 15.00 langsung menuju pemancar.

Kami sampai pemancar pada jam 22.30 WIB, langsung melanjutkan kegiatan yaitu pasang tenda dan masak untuk makan malam briefing lalu tidur.

Pagi hari kami langsung dilanjutkan dengan masak untuk sarapan Bina Jasmani, Briefing dan langsung kami melanjutkan pendakian



Pemancar - Pos 1       : 08.00 – 08.30 WIB (Jalur masih kebun teh warga, Sudut kemiringan sekitar 450)

Pos 1 – Pos 2              : 08.30 – 09.45 WIB (Jalur masih ada bonus dan landai, Sudut kemiringan sekitar 400) Aksi Sapu lidi pertama kami karena di Pos 1 masih tempat warga istirahat dari berkebun tehnya berupa warung.
 

Pos 2 – Pos 3              : 10.00 – 11.30 WIB (Jalur sudah mulai tertutup pohon-pohon, jalur terdiri dari akar-akar pohon, Sudut kemiringan sekitar 500) disini kita Istirahat dan melakukan aksi Sapu lidi


Pos 3 – Pos 4              : 11.40 – 12.30 WIB (Jalur sudah mulai menggunakan teknik scrambling, jalur terdiri dari akar-akar pohon, Sudut kemiringan sekitar rata-rata 600), disini kita masak untuk makan siang serta melakukan aksi Sapu Lidi



Pos 4 – Pos 5              : 14.00 – 14.30 WIB (Jalur masih sama seperti sebelumnya terjal monoton)
Pos 5 – Pos 6              : 14.30 – 15.10 WIB (disini kami berencana untuk mendirikan tenda karena pos selanjutnya dikabarkan para pendaki sudah penuh oleh pendaki-pendaki yang sebelunya. Tetapi atas usulan anggota kami pun melanjutkan perjalanan supaya bisa mencapai puncak lebih cepat keesokan harinya.


Pos 6 – Pos 7              : 15.30 – 16.30 WIB (kami melakukan pengecekan medis kepada anggota apakah mau lanjut ke puncak ataukah mau ngecamp di pos 7.) kami memutuskan untuk melanjutkan menuju puncak dan memasang tenda didekat puncak.

Pos 7 – Puncak         : 16.40 – 17.30           ( Kami sampai puncak dan foto-foto terlebih dahulu dan kami melanjutkan menuju tempat camp.) Setelah kami sampai kamipun melanjutkan kegiatan kami yaitu memasang tenda dan masak mie untuk makan malam yang dilanjutkan diskusi mengenai Organisasi kami.


            Karena sudah malam kamipun beristirahat tidur pada jam 12.00 dan bangun pada jam 5 esok hari untuk melihat keindahan sunrise di Puncak Gn. Cikuray ini. Setelah alarm berbunyi kamipun langsung bergegas untuk bangun dan melihat pesona alam yang kami nanti-nantikan.






Ini adalah Sunrise di Puncak 2821 mdpl.
Dan ini dokumentasi-dokumentasi kita




Setelah kami puas akan foto-fotonya, kami pun bergegas masak untuk makan pagi dan beberes tenda untuk turun. Kamipun beres masak dan sarapan serta beberes pada jam 09.30 WIB kami melanjutkan untuk berangkat turun. Dengan durasi turun dari jam 10.00-14.30 WIB (dari Puncak-Pemancar). Setelah istirahat beberapa menit kamipun melajutkan kegiatan yaitu berkunjung kerumah kang aas selaku Anggota Luar Biasa Gandawesi yang punya toko  Besi di Garut. Dirumah Kang Aas kita di jami Kupat Tahu dan di beri petuah-petuah untuk menjalani kehidupan Kampus dan Organisasi.

Silaturahmi Ke ALB Kang Aas.
Setelah kami beres berbincang-bincang dengan kang Aas kami pamit untuk pulang ke Bandung.
Garut – Bandung     : 17.30 – 21.00 WIB (kami lansung melakukan evaluasi hari tersebut)
Dan itulah cerita Pendakian Kami.

Salam Lestari!!! INGAT “Alam menjaga kita, Maka kita sudah seharusnya menjaganya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar